Sabtu, 31 Maret 2012

Jumat, 23 Maret 2012

The Ujung Kulon Nature Reserve

Emma Muthmainnah
26209081
3eb13

The Ujung Kulon Nature Reserve

The main attraction in Ujung Kulon nature reserve is the single horned rhinoceros. Many visitors come to look at this endangered species, it almost disappears. The single horned rhinoceros exists only in Java. It is about three meters long and one and a half meters tall. It weights about 2.200 kgs, but it can still run fast. Rhinoceros is most active during the night. So, people rarely encounter this animal during the day.
If you take public transportation, you need to change several times to get to Ujung Kulon. You can reached this destination in approximately ten hours. First, take the minibus from Jakarta or Bogor to Labuhan. This bus ride will take approximately four hours. From Labuhan, you have to take a boat to Pulau Peucang, take a boat to Ujung Kulon. It takes about 20 minutes.
To explore Ujung Kulon, you need to hike for seven kms. The ground is damp or wet. There are steep rises and fallen trees. You have to cross streams but they are not very deep. You can step on large rocks so your feet do not get wet. If you’re lucky you can encounter rhinos, deer, and other animals. You can hear many birds. The trail through Ujung Kulon National Park is full of obstacles and suprises.
  
Conclusion :
The ujung kulon national park is the beauty nature in Indonesia. The main attraction in Ujung Kulon nature reserve is the single horned rhinoceros. If you’re lucky you can encounter rhinos, deer, and other animals. You can hear many birds. The ujung kulon national park is full of obstacles and surprises. We must save the single horned rhinoceroses in the ujung kulon national park.

Sumber : Encounter 3 Elementary student book, page 35

TIPS ON PERSONAL HEALTH CARE

Emma Muthmainnah
26209081
3EB13

TIPS ON PERSONAL HEALTH CARE

1. HAIR
Never forget to wash your hair with shampoo, but keep in mind that some shampoos may not be appropriate for your type of hair. Remember to find the right kind of shampoo. You can find the information from  the label on the bottle. Some shampoos may not be appropriate for particular hair. You nneed to know the kind of hair you have, so you can choose the right type of shampoo.

2. MOUTH AND TEETH
Your mouth is important for communicating with people and your teeth are very important for eating. Taking good care of your mouth and teeth regulary can help avoid problems such as bad breath. Brush yout teeth at least twice a day, once in the morning and once before you go to bed. Choose fluoride toothpaste to prevent cavities holes in your teeth.

3. HANDS
You do a lot of things with your hands, including eating. Make sure you wash your hands before eating. Dirty hands have germs that might cause a stomachache. Never forget to keep your nails short and clean. Clip them with a nail clipper and brush them with a nailbrush regulary.


Conclusion :
You must take care of your hair, mouth and theeth, and your hands. You should use the right type of shampoo. Brush your theeth at least twice a day. Choose fluoride toothpaste to prevent cavities holes in your teeth. Wash your hands before eating.

Sumber: Encounter 3 Elementary student book, page 3

Jumat, 11 November 2011

Penalaran Deduktif

Emma Muthmainnah
26209081
3 EB 13
Tugas Softskill “ Penalaran Deduktif”

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah cara berpikir dengan berdasar pada suatu pernyataan dasar untuk menarik kesimpulan. Pernyataan dasar tersebut merupakan premis, sedangkan kesimpulan merupakan implikasi pernyataan dasar tersebut.

1. Silogisme

Silogisme adalah suatu pengambilan kesimpulan dari dua macam keputusan (yang mengandung unsur yang sama dan salah satunya harus universal), suatu keputusan yang ketiga yang kebenarannya sama dengan dua keputusan yang mendahuluinya.

Macam-Macam Silogisme :

A. Silogisme Kategorik

Adalah silogisme yang semua posisinya merupakan proposisi kategorik , Demi lahirnya konklusi maka pangkal umum tempat kita berpijak harus merupakan proposisi universal, sedangkan pangkalan khusus tidak berarti bahwa proposisinya harus partikuler atau singuler, tetapi bisa juga proposisi universal tetapi ia diletakkan di bawah aturan pangkalan umumnya. Pangkalan khusus bisa menyatakan permasalahan yang berbeda dari pangkalan umumnya, tetapi bisa juga merupakan kenyataan yang lebih khusus dari permasalahan umumnya. Dengan demikian satu pangkalan umum dan satu pangkalan khusus dapat dihubungkan dengan berbagai cara, tetapi hubungan itu harus diperhatikan kwalitas dan kwantitasnya agar kita dapat mengambil konklusi yang valid.

Silogisme Katagorik semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).

Contoh :
1. Semua makhluk hidup pasti akan mati (premis mayor)
Semua manusia adalah makhluk hidup (premis minor)
semua manusia pasti akan mati (konklusi)

2. Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor)
Akasia adalah Tanaman (premis minor)
Akasia membutuhkan air (konklusi)

Pangkalan umum di sini adalah proposisi pertama sebagai pernyataan universal yang ditandai dengan kuantifier ‘ semua ‘ untuk menegaskan sifat yang berlaku bagi makhluk hidup secara menyeluruh. Pangkalan khusussnya adalah proposisi kedua, meskipun ia juga merupakan pernyataan universal ia berada di bawah aturan pernyataan pertama sehingga dapat kita simpulkan : semua manusia pasti akan mati.

B. Silogisme Hipotetik

Adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik yang menetapkan atau mengingkari terem antecindent atau terem konsecwen premis mayornya . Sebenarnya silogisme hipotetik tidak memiliki premis mayor maupun primis minor karena kita ketahui premis mayor itu mengandung terem predikat pada konklusi , sedangkan primis minor itu mengandung term subyek pada konklusi.

Pada silogisme hipotetik term konklusi adalah term yang kesemuanya dikandung oleh premis mayornya, mungkin bagian anteseden dan mungkin pula bagian konsekuensinya tergantung oleh bagian yang diakui atau di pungkiri oleh premis minornya. Kita menggunakan istilah itu secara analog , karena premis pertama mengandung permasalahan yang lebuh umum , maka kita sebut primis mayor , bukan karena ia mengandung term mayor. Kita menggunakan premis minor , bukan karena ia mengandung term minor , tetapi lantaran memuat pernyataan yang lebih khusus.

Macam tipe silogisme hipotetik :

a) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti :
Jika hujan, saya memakai payung.
Sekarang hujan, Jadi saya memakai payung.

b) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekwensinya, seperti :
Bila hujan, air sungai akan meluap.
Sekarang air sungai telah meluap.
Jadi hujan telah turun.

c) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecendent, seperti :
Jika Nurdin Halid tidak mundur, maka kerusuhan akan timbul.
Nurdin Halid mundur.
Jadi kerusuhan tidak akan timbul.

d) Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekwensinya, seperti :
Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.
Pihak penguasa tidak gelisah.
Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

C. Silogisme Alternatif

Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

Contoh silogisme alternatif :

Premis Mayor : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Premis Minor : Kucing berada di luar rumah
Kesimpulan : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah

Bentuk Silogisme Alterantif :

- Memiliki premis mayor dan premis minor.
- Premis mayor menggunakan ungkapan alternatif.
- Premis minor menolak salah satu pilihan.
- Memiliki satu konklusi.

Misalnya :
Premis mayor : A atau B
Premis minor : Bukan A
Konklusi : B
Premis mayor : A atau B
Premis minor : Bukan B
Konklusi : A

2. Entimen

Merupakan silogisme yang salah satu proposisinya dihilangkan tetapi proposisi tersebut dianggap ada dalam pikiran dan dianggap oleh orang lain.

Contoh :

• Premis mayor : manusia mahluk rasional
Premis minor : kucing bukan manusia
Kesimpulan : kucing tidak rasional

• Premis Mayor : setiap manusia pernah lupa
Premis Monor : mahasiswa adalah manusia
Kesimpulan : mahasiswa pernah lupa

Sumber :

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran
2. http://hadirukiyah2.blogspot.com/2009/09/silogisme-pengertian-bagian-bagian-dan.html
3. http://nugrohoadi2ka12.wordpress.com/2011/05/30/penalaran-deduktif/

Jumat, 14 Oktober 2011

PEMANASAN GLOBAL DAN ANTISIPASINYA

Emma Muthmainnah / 26209081 / 3EB13

Tugas Softskill B. Indonesia

PEMANASAN GLOBAL (GLOBAL WARMING) DAN ANTISIPASINYA

Pemanasan global atau Global Warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Pemanasan global menjadi suatu isu serius yang membutuhkan aksi sesegera mungkin untuk bisa diselesaikan. Kita tidak dapat membiarkan diri untuk menunda-nunda ketika berkaitan dengan pemanasan global karena semakin lama kita menunda akan semakin besar juga efeknya untuk bumi kita ini.

Setiap individu diharapkan partisipasinya untuk bekerjasama saling bantu membantu dalam menghentikan pemanasan global. Kita tidak harus menunggu pemerintah untuk turun tangan dengan mengeluarkan suatu kebijakan politik yang drastis untuk menangani isu ini. Setiap orang dari kita dapat melakukan sesuatu guna menghentikan isu ini. Kita tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa karena dengan sesuatu yang kecil pun kita bisa membantu mengurangi pemanasan global, dan dilakukan dengan kesadaran diri yang tinggi dapat membuat hasil yang besar.

Menyelamatkan bumi kita merupakan hal yang sangat penting untuk generasi masa yang akan datang. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk bergembira dan tumbuh berkembang seperti yang kita lakukan di Bumi sekarang ini. Karena apa yang kita miliki sekarang merupakan pinjaman dari generasi sebelum kita untuk diteruskan ke generasi sesudah kita. Namun kenyataannya bumi kita saat ini terancam dengan berbagai macam jenis resiko dan bahaya termasuk menipisnya lapisan ozon, polusi dan pembalakan hutan liar serta masih banyak ancaman lainnya.

Kita harus mempunyai kesadaran untuk ikut berpartisipasi membantu mengurangi pemanasan global, jangan pernah berfikir kalo kita hanya akan memberikan dampak kecil untuk menjaga bumi kita, itu sama sekali tidaj benar. Dengan semakin banyaknya orang yang ikut berpartisipasi menjaga bumi kita akan berdampak besar untuk bisa mengurangi pemasan global.

Tindakan yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi ini tidak perlu pergi ke hutan untuk menanam pohon, kita bisa memulai menanam pohon di pekarangan rumah kita, baik di depan rumah ataupun di belakang rumah. Kita akan selalu dapat melakukan sesuatu dari rumah kita yang nyaman, mungkin itu dari go green, go clean ataupun kedua-duanya, ingat kamu juga dapat go save! Mulai dari sekarang bukan besok. Usahakan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Juga, pergunakan kembali, daur ulang ataupun perbaiki alat maupun tempat-tempat makanan apabila rusak. Bantu mengurangi akumulasi dari gas rumah kaca dengan menghindari pengeluaran emisi yang terlalu banyak, dimana manusia menghasilkan emisi ketika membakar energi fosil seperti batubara, minyak dan gas.

Adapun tindakan” mulai dari kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global, yaitu :

• Gunakan lampu bohlam hemat energi dan juga manfaatkan cahaya matahari sebanyak mungkin. Ketika matahari terang (pagi, siang, sore diwaktu normal tidak mendung) gunakan cahayanya untuk menerangi kamar, ruangan ataupun segala bagian dari rumah kita yang memerlukan pencahayaan, buka korden, dan matikan lampu. Meskipun kita semua tahu bahwa listrik merupakan sumber energi yang sangat penting dan digunakan oleh setiap orang, tidak berarti kita perlu bergantung pada listrik secara terus-menerus. Lebih baik kalau kita tidak menyalakan lampu sama sekali pada siang hari. Ingatlah untuk mematikan lampu setiap kali kita keluar dari suatu ruangan dan mencabut steker alat listrik yang tidak dipakai.

• Jangan meletakan kulkas atau pendingin disamping kompor atau pemanas, pindahkan semuanya ke lokasi lain yang berjauhan satu sama lain. Kulkas yang diletakan disamping pendingin mengkonsumsi energi lebih banyak daripada yang diletakan berjauhan. Kulkas yang menjaga suhu tetap dingin agar makanan yang didalamnya tahan lama akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendinginkan bila ditaruh bersebelahan dengan aplikasi pemanas.

• Bawalah botol air minum sendiri. Bila akan pergi piknik atau melakukan perjalanan, bawalah perbekalan sendiri terutama air minum dalam botol. Air mineral dalam botol plastik, menggunakan bahan plastik yang baru dapat hancur setelah lebih dari 200 tahun bila tidak di daur ulang, oleh karena itu hilangkan kebiasaan menggunakan botol plastik sekali pakai.

• Ketika kita ingin berbelanja di pasar, supermarket atau minimarket, usahakanlah membawa tas / kantong sendiri. Dengan membawa tas / kantong sendiri, kita sudah turut mengurangi karbon diudara akibat pembakaran kantung-kantung plastik dari tempat-tempat tersebut.

• Dari sekarang kita harus membiasakan diri untuk bersepeda kemanapun kita pergi, mulai bersepeda ke sekolah, ke kampus, ke kantor bahkan ke tempat-tempat lainnya. Karena dengan bersepeda kita bisa mengurangi polusi.

• Terakhir, mendukung penggunaan produk-produk daur ulang, yang bisa di gunakan kembali dan memanfaatkan produk tersebut secara penuh juga merupakan salah satu cara untuk membantu menyelamatkan bumi kita ini. Biasakan kita memisahkan sampah basah dengan sampah kering. Kaleng, gelas plastik, dan kertas jangan dimasukkan ke tempat sampah basah. pisahkan untuk daur ulang.

Mari kita sama-sama berpartisipasi untuk menyelamatkan bumi kita dari ancaman pemanasan global. Mulailah melakukan tindakan-tindakan yang kecil karena akan berdampak besar untuk mengurangi pemanasan global. Lakukanlah sekarang bukan besok ! Go Green, Go Clean, Peduli dengan bumi kita !

Sumber :

1. http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

2. http://www.nicky.co.id/20100906820/artikel-lingkungan-hidup/pemanasan_global_-_aksi_tindakan_dan_partisipasi

PENALARAN INDUKTIF

Emma Muthmainnah / 26209081 / 3EB13

Tugas Softskill B. Indonesia

PENALARAN INDUKTIF

Pengertian Penalaran Penalaran adalah proses berpikir secara sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Pengertian Penalaran Induktif Penalaran induktif adalah suatu proses berfikir berupa penarikan kesimpulan yang bersifat umum (berlaku untuk semua/ banyak) atas dasar pengetahuan tentang hal-hal khusus (fakta). Artinya dari fakta-fakta yang diperoleh kemudian ditarik sebuah kesimpulan. Penalaran induktif dapat dilakukan secara terbatas dengan mencoba-coba. Sehingga dapat dikatakan bahwa penalaran induktif adalah proses penarikan kesimpulan dari kasus-kasus khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum.

Penarikan kesimpulan dari suatu penalaran induktif tidak dapat dijadikan bukti. Ini dikarenakan kesimpulan yang diperoleh, ditarik dari pemeriksaan beberapa contoh kasus khusus yang benar, tetapi belum tentu berlaku benar untuk semua kasus. Kesimpulan tersebut boleh jadi valid (syah) pada contoh yang diperiksa, tetapi bisa jadi tidak dapat diterapkan pada seluruh kasus. Untuk membuktikannya berlaku dalam setiap kasus, maka harus dilakukan proses pembuktian secara deduksi.

Ada 3 jenis penalaran induksi, yaitu :

1. Generalisasi Penalaran generalisasi dimulai dengan peristiwa – peristiwa khusus untuk mengambil kesimpulan secara umum. Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala.

• Generalisasi Tanpa Loncatan Induktif Fakta yang dugunakan belum mencerminkan seluruh fenomena yang ada. Contoh : Setelah kita menyelidiki sebagian bangsa Indonesia bahwa mereka adalah manusia yang suka bergotong-royong, kemudian kita simpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang suka bergotong-royong, maka penyimpulan ini adalah generalisasi tidak sempurna.

• Generalisasi Dengan Loncatan Induktif Fakta yang diberikan cukup banyak dan meyakinkan. Contoh : Setelah kita memerhatikan jumlah hari pada setiap bulan pada tahun Masehi, kemudian disimpulkan bahwa : Semua bulan Masehi mempunyai hari tidak lebih dari tiga puluh satu. Dalam penyimpulan ini, keseluruhan fenomena yaitu jumlah hari pada setiap bulan kita selidiki tanpa ada yang kita tinggalkan.

2. Analogi Analogi yaitu proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan. Kesimpulan yang diambil dengan analogi, yaitu kesimpulan dari pendapat khusus dengan beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan kondisinya.

Tujuan Analogi:

- Meramalkan kesamaan

- Menyingkap kekeliruan

- Menyusun sebuah klasifikasi

Contoh : Kita banyak tertarik dengan planet Mars, karena banyak persamaannya dengan bumi kita. Mars dan Bumi menjadi anggota tata surya yang sama. Mars mempunyai atsmosfir seperti Bumi. Temperaturnya hampir sama dengan Bumi. Unsur air dan oksigennya juga ada. Caranya mengelilingi matahari menyebabkan pula timbulanya musim seperti di Bumi. Jika di Bumi ada makhluk. Tidaklah mungkin ada mahluk hidup di planet Mars.

3. Kausal Kausal adalah merupakan prinsip sebab-akibat yang di haruri dan pasti antara gejala kejadian, serta bahwa setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya , merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan.

Tujuan Kausal : Tujuan kausal terdapat dalam Hubungan Kausal Dapat berlangsung dalam tiga pola :

a. Sebab ke akibat

Dari peristiwa yang dianggap sebagai sebab menuju kesimpulan sebagai efek.

b. Akibat ke sebab

Dari peristiwa yang dianggap sebagai akibat menuju sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat.

c. Akibat ke akibat

Dari akibat ke akibat yang lain tanpa menyebut sebab umum yang menimbulkan kedua akibat.

Contoh :

a. Sebab- akibat

Hujan turun di daerah bekasi mengakibatkan timbulnya banjir.

b. Akibat – Sebab.

Heru tidak lulus dalam ujian matematika disebabkan dia tidak belajar dengan rajin.

c. Akibat – Akibat.

Ibu mendapatkan jalanan di depan rumah becek, sehingga ibu beranggapan jemuran di rumah basah.

Sumber :

1. http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/kemampuan-penalaran-induktif/

2. http://okkiprasetio.blogspot.com/2011/03/penalaran-induktif.html