Selasa, 13 November 2012

KASUS PT GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk



Nama  : Emma Muthmainnah
NPM   : 26209081
Kelas   : 4EB13

KASUS PT GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk

1.  Identifikasikan pelanggaran apa saja yang terjadi dalam artikel!
Pelanggaran yang terjadi pada kasus PT GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk yaitu pelanggaran yang dilakukan oleh seorang akuntan publik bernama Justinus Aditya Sidharta terhadap Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan konsolidasi PT GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk tahun 2003. Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan keuangan Great River tersebut. Dalam laporan tersebut AP yang mengaudit laporan keuangan Great River menyatakan alasan adanya overstatement karena pencatatan untuk akun penjualan menggunakan metode yang berbeda dari ketentuan yang ada. Namun KAP Johan Malonda dan rekan membantah pihaknya telah melakukan konspirasi dalam mengaudit laporan keuangan tahunan Great River. Deputy Managing Director Johan Malonda, Justinus A. Sidharta menyatakan bahwa selama mengaudit buku Great River, pihaknya tidak menemukan adanya penggelembungan akun penjualan atau penyimpanan dana obligasi. Namun di metode pencatatan akuntansi yang dilakukan Great River berbeda dengan ketentuan yang ada. Metode pencatatan tersebut biasanya bertujuan untuk menghindari dugaan dumping dan sanksi perpajakan. Selian itu, auditor investigasi juga menemukan indikasi penggelembungan akun penjualan, piutang, dan asset hingga ratusan miliar rupiah yang mengakibatkan Great River mengalami kesulitan arus kas dan gagal membayar utang. Pemeriksaan Bapepam terdapat indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan.

2. Menurut anda, apakah ada hubungannya antara kesalahan pencatatan atas laporan keuangan dengan kesulitan perusahan dalam membayar utangnya?
Menurut saya ada hubungannya, karena dalam artikel dikatakan bahwa hasil pemeriksaan Bapepan telah menemukan adanya indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan. Bapepam menemukan kelebihan pencatatan penyajian akun penjualan dan piutang dalam laporan tersebut. Kelebihan itu berupa penambahan asset tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian. Hal tersebut mengakibatkan Great River mengalami kesulitan arus kas. Perusahaan tidak mampu membayar utang Rp 250 miliar kepada Bank Mandiri dan gagal membayar obligasi sebesar Rp 300 miliar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar